My Daily Life

Travelling, watching movie, reading, listening, writing, browsing, blogging, stalking

SULISTYO: KENAIKAN PENGUNJUNG KETIKA LIBURAN DI EROPA DAN JEPANG

Kamis, 02 April 2015


Yogyakarta-Kenaikan pengunjung Galeri wayang yang ada di museum Sasono Budoyo Yogyakarta justru terjadi ketika musim liburan di Eropa dan Jepang. Hal ini karena mayoritas pengunjung justru berasal dari kedua wilayah tersebut. 

“Biasanya ramai dikunjungi turis Eropa ketika bulan Juni, Juli, Agustus. Tapi kalau turis dari Jepang menjelang Desember-Januari”, tutur Sulistyo, pemilik Galeri wayang di Sasono Budoyo ketika di wawancarai pada Selasa, 18 Desember 2012.

Hal tersebut berpengaruh terhadap tingkat penjualan wayang di galeri milik Sulistyo. Galeri tersebut menampilkan serta menjual wayang dalam berbagai ukuran. Ukuran yang paling kecil dibanderol seharga Rp 200.000,00 sedangkan yang paling besar bisa mencapai Rp 3.000.000,00.

“Turis asing biasanya lebih tertarik untuk membeli yang kecil karena muat masuk ke dalam tas mereka. Tapi ada pula yang beli ukuran besar dan minta dipaketkan”, kata Wahyudi, penjaga dan pembuat wayang di Galeri tersebut.

Pembuatan wayang bisa memakan waktu yang cukup lama tergantung besarnya dan kerumitan setiap detail. Wayang-wayang yang terdapat di museum ini dibanderol cukup mahal karena menggunakan  kulit kerbau sebagai bahan wayang dan mineral untuk pewarnanya.

“Mineralnya kami ambil langsung dari desa-desa yang ada di wilayah Yogyakarta. Kami menggunakan pewarna yang diolah secara tradisional”, jelas Wahyudi.

Sedangkan wisatawan Indonesia justru tidak terlalu tertarik untuk berkunjung ke galeri wayang tersebut. Ketika ada acara Sekaten di alun-alun utara tidak membuat terjadinya peningkatan jumlah turis lokal. Padahal jarak antara alun-alun utara dengan musem Sasono Budoyo sangat dekat.

“Sekaten tidak mempengaruhi peningkatan pengunjung wisatawan lokal ke sini. Mayoritas pengunjung tetap wisatawan mancanegara”, ungkap Sulistyo

Teks dan Foto: @Virdita


0 komentar:

Posting Komentar