My Daily Life

Travelling, watching movie, reading, listening, writing, browsing, blogging, stalking

DUA SISI MATA UANG OUTSOURCING

Kamis, 02 April 2015

Penggunaan tenaga kerja menggunakan sistem outsourcing juga diterapkan oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Universitas sebagai lembaga pendidikan menerapkan sistem ini karena dinilai  merupakan sebuah keuntungan. Tapi bagi pekerja, sistem outsourcing memberikan ketidakpastian tentang masa kerja dan sistem kerja mereka.

            “Sistem outsourcing memberikan penghematan kepada instansi, tapi di sisi lain sistem ini membuat kami menjadi pegawai tidak tetap meskipun kami sudah puluhan tahun bekerja di sini. Padahal sebagai pekerja, kami ingin diangkat menjadi pegawai tetap karena ada perbedaan gaji yang cukup signifikan antara pegawai tetap dengan pegawai outsourcing”, Hal tersebut diungkapkan oleh Pak Harjono yang menjabat sebagai Supervisor CS (Cleaning Service) di Kampus IV FISIP UAJY. 

            Sebagai tenaga CS di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Bapak Harjono dan tiga puluh karyawan lainnya mengalami ketidakpastian masa kerja dalam sistem kerja mereka. Tenaga CS di kampus 4 FISIP UAJY bekerja di bawah CV. Caritas Jaya. CV. Caritas Jaya dibentuk setelah adanya sistem tender. Sebelum terbentuk CV. Caritas Jaya, tenaga CS bekerja outsourcing di bawah Koperasi Caritas yang merupakan koperasi milik karyawan dan dosen UAJY.

            Sistem outsourcing merupakan sistem di mana ada tiga pihak utama yang terlibat di dalamnya yaitu pihak pemberi kerja, pihak penerima kerja, dan pihak outsourcing. Pihak pemberi kerja dalam hal ini adalah Universitas Atma Jaya Yogyakarta, pihak penerima kerja yaitu Koperasi Caritas dan pihak outsourcing-nya tenaga CS. Sistem ini menguntungkan UAJY sebagai instansi karena kinerja tenaga CS akan meningkat dengan adanya outsourcing lewat tender. Penerapan sistem tender membuat terbentuknya CV. Caritas Jaya. Agar dapat memenangkan tender, CV. Caritas Jaya harus bekerja secara maksimal karena adanya standar nilai evaluasi bagi mereka yang harus dipenuhi salah satunya kebersihan. 
   
            Adanya standar nilai evaluasi yang tinggi membuat CV. Caritas Jaya bekerja maksimal agar dapat mempertahankan tender mengingat tender dilaksanakan setiap satu tahun sekali.  Jika proses tender tidak berhasil maka seluruh karyawan CV. Caritas Jaya akan dirumahkan. Outsourcing membuat tenaga CS tidak mempunyai kepastian tentang masa kerja mereka. Ketika mereka dapat memenangkan tender maka mereka akan bekerja di instansi tersebut tapi ketika mereka tidak dapat menang tender maka mereka harus berusaha semaksimal mungkin hanya dengan upah senilai UMR

Teks: @Virdita

0 komentar:

Posting Komentar